Gejala Hipotermia dan Cara Mengatasi Hipotermia di Gunung

Seri Mengenal Apa Itu Hipotermia dan Cara Mengatasi Hipotermia di Gunung – Bagian 3 (Tamat)
 

Meski sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, tidak ada salahnya jika kita mengetahui dasar-dasar pengobatan atau pertolongan pertama pada hipotermia. Mengatasi hipotermia perlu dilakukan dengan mempertimbangkan gejala hipotermia yang muncul. Hal ini karena diperlukan tipe penanganan yang berbeda untuk setiap tahapan hipotermia.

Untuk mengetahui secara pasti tahap dan derajat keparahan hipotermia kita perlu mengukur suhu inti tubuh. Termometer yang bisa digunakan adalah thermometer epitimfani. Akan tetapi seringkali tidak tersedia alat ukur yang memadai dikala darurat, terlebih lagi di alam bebas. Sehingga penting sekali bagi pecinta alam untuk bisa mengetahui gejala hipotermia pada setiap tahapan untuk bisa menentukan langkah pertolongan pertama yang tepat. Penanganan yang salah ataupun terlambat bisa mengakibatkan hilangnya nyawa.

Gejala Hipotermia Berdasarkan Tingkat Keparahannya. Sumber : realfirstaid.co.uk
Gejala Hipotermia Berdasarkan Tingkat Keparahannya (Sumber : realfirstaid.co.uk)
 
Gejala Hipotermia Ringan

Pada tahap ini penderita hipotermia masih sadar, bisa diajak berbicara, serta bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Penderita umumnya menggigil kencang yang menandakan bahwa fungsi pengaturan suhu tubuh (thermoregulation) masih berjalan. Pada kondisi ini penderita masih bisa menghasilkan panas sendiri sehingga tidak perlu sumber panas eksternal seperti skin-to-skin contact.

Cara Mengatasi Hipotermia Ringan

Tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hipotermia ringan adalah:

  • Menghindari paparan angin dan udara secara langsung (mencari / membuat tempat berlindung atau shelter).
  • Mengganti pakaian penderita jika basah.
  • Memberikan pakaian ganti yang kering dan tebal. Pastikan penderita tidak kehilangan panas lebih lanjut dengan memberikan insulasi yang cukup (misalnya memasangkan emergency blanket dan memasukkan penderita kedalam sleeping bag).
  • Segera beri penderita makanan atau minuman tinggi kalori yang mudah dicerna dan hangat. Contoh yang baik adalah minuman coklat hangat yang manis atau minuman tradisional yang mengandung jahe.
  • Jangan berikan kopi karena kopi bersifat diuretik serta bisa memicu dehidrasi.
  • Jangan pula memberikan alkohol karena akan memperparah hipotermia.
 
Gejala Hipotermia Sedang

Pada tahap ini suhu inti tubuh semakin turun. Penderita mungkin masih sadar namun sudah sulit untuk berpikir, berbicara, dan mengontrol gerakan. Oleh karena itu cara untuk mengecek yang bisa dilakukan selain mengukur suhu penderita adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup sulit semisal menghitung mundur dengan kelipatan tertentu. Selain itu, dari cara berjalannya, pada tahap ini penderita biasanya sempoyongan dan sulit berjalan lurus. Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah perifer juga membuat penderita kesulitan melakukan gerakan mendetail dengan ujung-ujung jarinya (semisal mengkancingkan baju atau menyimpul tali sepatu), serta bibir mulai membiru.

Pada tahap hipotermia sedang yang sudah semakin parah, tubuh sudah letih dan kehabisan energi untuk menggigil. Pada tahap ini penderita tidak sanggup menghasilkan panas tubuh yang cukup dan benar-benar membutuhkan pertolongan dari orang lain. Pada tahap ini terkadang ditemui fenomena Paradoxical Undressing dan Terminal Burrowing yang telah dibahas sebelumnya.

Cara Mengatasi Hipotermia Sedang

Mengobati hipotermia sedang harus dilakukan dengan hati-hati. Peningkatan panas tubuh harus dilakukan secara perlahan-lahan dan gerakan tidak boleh agresif. Gerakan yang kasar dan agresif bisa memicu fibrilasi ventrikel atau gangguan jantung dimana ventrikel jantung (ruang jantung yang bertugas mempompa darah) berfibrilasi atau bergetar yang mana seharusnya ia berkontraksi untuk memompa darah. Fibrilasi ventrikel bisa mengakibatkan gagal jantung dan kematian.

Tindakan yang bisa dilakukan jika melihat penderita hipotermia sedang adalah:

  • Pada tahap ini penderita sudah mulai terganggu persepsi panas dan fungsi kognitifnya. Jangan hiraukan jika penderita menolak untuk ditangani. Tetap lakukan prosedur penyelamatan.
  • Hindarkan penderita dari paparan angin dan udara secara langsung (bawa masuk kedalam shelter).
  • Buat sumber panas eksternal dengan cara menyalakan pemanas atau api namun jangan terlalu dekat dengan penderita agar tidak terjadi peningkatan suhu secara ekstrim.
  • Ganti pakaian penderita jika basah. Jika kondisi penderita sudah mengkhawatirkan, lepas pakaian basah dengan cara digunting untuk menghindari gerakan kasar.
  • Pakaikan diaper dewasa jika ada dan pakaikan baju ganti yang kering dan tebal. Diaper berfungsi untuk mencegah kencing pasien membasahi selimut hipotermia.
  • Buat sistem insulasi untuk penderita agar mencegah hilangnya panas dengan cara membuat selimut hipotermia (hypothermia wrap).
  • Jika kesadaran penderita sudah mulai menghilang, jangan paksakan memberi minuman untuk mencegah terhalangnya jalan napas akibat muntahan. Berikan minuman manis hangat hanya jika pasien memiliki kesadaran yang cukup untuk bisa menelan. Awasi kondisi penderita, jika kondisi semakin memburuk yang ditandai dengan semakin hilangnya kesadaran dan melemahnya tanda vital kehidupan, segera lakukan evakuasi pasien hipotermia dengan membawanya tetap dalam selimut hipotermia.
Selimut Hipotermia (Hypothermia Wrap)

Selimut hypothermia atau hypothermia wrap merupakan sistem insulasi yang dibuat dengan tujuan mencegah lepasnya panas tubuh penderita ke lingkungan. Oleh karena itu prinsipnya adalah mencegah pelepasan panas  lewat mekanisme konduksi, konveksi, radiasi, ataupun evaporasi. Berikut adalah cara membuat selimut hipotermia atau hypothermia wrap:

  • Cari bahan yang anti air, anti angin, dan lebar. Contohnya terpal. Bentangkan.
  • Pasang material yang bisa memberikan insulasi dengan tanah sekaligus memberikan bentuk dan support tubuh penderita contohnya matras anti air.
  • Siapkan beberapa lapis selimut, sleeping bag, dan emergency blanket metalik jika ada. Emergency blanket metalik berfungsi untuk memantulkan panas kembali ke dalam.
  • Baringkan pasien diantara lapisan tersebut, pastikan postur tubuh tersokong dengan baik.
  • Tempatkan botol yang telah diisi air hangat dan dibungkus kain (untuk mencegah kulit terbakar) pada titik-titik yang terdapat arteri utama tubuh yaitu leher, ketiak, dan selangkangan.
  • Bungkus selimut hipotermia dengan baik dan ketat.
  • Ketebalan selimut hipotermia harus mencapai setidaknya 10 cm, terpasang ketat, dan meng-imobilisasi gerakan pasien. Sehingga seringkali diibaratkan dengan Giant Burrito atau burrito raksasa.
Selimut Hipotermia (Hypothermia Wrap) – Sumber : ussartf.org
 
Gejala Hipotermia Berat

Pada tahap ini penderita hilang kesadaran dan tanda-tanda kehidupan mulai melemah bahkan tidak tampak. Hipotermia berat tidak bisa diatasi di alam dan harus segera dilakukan evakuasi ke rumah sakit. Evakuasi dilakukan dengan membawa pasien menggunakan selimut hipotermia.

Pertolongan Pertama Pada Hipotermia Berat

Pertolongan pertama pada tahap hipotermia berat harus dilakukan oleh orang berpengalaman. Jika tanda vital kehidupan masih terdeteksi, relawan bisa melakukan napas buatan. Napas buatan membantu ketersedian oksigen bagi pasien dan meningkatkan suhu inti tubuh dengan perlahan. Berhasilnya napas buatan ditandai dengan kembali menguatnya tanda vital kehidupan. Jangan lakukan CPR pada tahap ini.

Jika tanda vital kehidupan benar-benar tidak terdeteksi, relawan bisa melakukan CPR. Hati-hati! Prosedur ini harus dilakukan oleh orang berpengalaman karena metode yang salah bisa memicu fibrilasi ventrikel yang mengancam jiwa.

 

Nah Sobat Penjelajah, itu dia penjelasan mengenai gejala hipotermia dan cara menangani hipotermia yang menjadi penutup dari seri mengenal apa itu hipotermia dan bagaimana cara mengatasi hipotermia di gunung. Jika kita amati, sebetulnya hipotermia merupakan hal yang dapat dicegah jika kita mempersiapkan perjalanan dengan matang dan membekali diri kita dengan pengetahuan yang cukup.

Semoga tidak menyurutkan tekad Sobat semua untuk berpetualang ke gunung, jangan lupa share info bermanfaat ini ke teman dan sahabatmu ya! Siapa tahu suatu saat informasi ini bisa berguna dan membantu menyelamatkan banyak nyawa.

Salam Cerdas Berpetualang!

 
 
 
 
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments