Atasi Insomnia, Backpacking Menyelaraskan Jam Sirkadian Tubuh


Insomnia adalah keadaan sulit tidur atau sulit untuk tetap tertidur, bahkan ketika seseorang tersebut memiliki waktu untuk tidur. Para penderita insomnia merasa tidak puas dengan tidur mereka dan seringkali mengalami satu atau lebih dari gejala berikut yaitu kelelahan, kurang tenaga, sulit berkonsentrasi, gangguan mood, dan penurunan performa di tempat kerja.

Sulit tidur atau insomnia dapat disebabkan oleh banyak hal. Beberapa penyebab yang umum ditemukan adalah perubahan pada lingkungan atau keadaan sekitar, kebiasaan tidur yang tidak sehat, kerja dengan shift, gangguan klinis lainnya, dan obat-obatan tertentu.

Backpacking atasi sulit tidur

Berjalan-jalan di alam terbuka dikenal memberi banyak manfaat bagi kesehatan, tapi apa kamu tahu kalau menghabiskan waktu di alam ternyata juga mampu meningkatkan kualitas tidur dan memberikan salah satu solusi bagi penderita insomnia? Tinggal di kawasan perkotaan modern yang selalu disorot dengan lampu-lampu atau penerangan buatan ternyata mengganggu jam sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur tubuh kita kapan untuk siap-siap tidur dan kapan untuk bangun atau terjaga. Hal ini mempengaruhi seberapa baik kualitas tidur kita. Kurang tidur seringkali dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan dan keselamatan.

Menghabiskan waktu di alam ternyata juga mampu meningkatkan kualitas tidur dan memberikan salah satu solusi bagi penderita insomnia.

Sebuah penelitian oleh Universitas Colorado, yang mempublikasikan hasilnya pada jurnal Current Biology, menemukan bahwa orang-orang menjadi dapat tidur lebih awal dan juga bangun lebih awal ketika dipisahkan dari sumber-sumber penerangan buatan. Studi ini dipimpin oleh ahli Fisiologi Integratif Universitas Colorado, Prof. Kenneth Wright, membandingkan waktu jam Sirkadian dari delapan orang ketika camping di alam bebas, dengan jam Sirkadian mereka pada kehidupan sehari-hari biasanya, yang diindikasikan oleh perubahan kadar hormon melatonin dalam tubuh mereka.

Wright mengajak satu grup yang terdiri dari delapan orang campers tersebut untuk backpacking selama satu minggu ke Eagles Nest Wilderness yang terletak dekat dengan Dillon, Colorado. Subjek riset ini hanya dipaparkan ke cahaya alami yaitu matahari, bulan, dan bintang-bintang. Satu-satunya penerangan buatan yang dipaparkan ke grup ini hanya lah api unggun. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa jam tidur malam biologis dari para peserta menjadi dua jam lebih awal dibandingkan dengan ketika mereka ditempatkan pada kondisi dengan penerangan listrik di kota. Para peserta juga menjadi bangun lebih awal, bahkan sebelum jam malam biologis mereka berakhir ketika mereka baru akan memulai kehidupan normal mereka.

Orang-orang menjadi bisa tidur lebih awal dan juga bangun lebih awal ketika dipisahkan dari sumber-sumber penerangan buatan.

Peserta penelitian memakai monitor di pergelangan tangan yang merekam intensitas cahaya yang terpapar ke mereka, waktu pencahayaan, dan aktivitas mereka, yang memungkinkan para peneliti untuk menetapkan kapan mereka tidur. Hal ini mengungkapkan bahwa para peserta menerima rata-rata empat kali lebih banyak cahaya pada saat backpackingdibandingkan dengan kondisi pada kehidupan normal sehari-hari. Lux adalah satuan ukuran standar cahaya, dan satu lux adalah jumlah cahaya yang dihasilkan oleh sebuah lilin, dengan standar pencahayaan dalam ruangan memancarkan 200 Lux. Sebagai pembanding, pada matahari terbit atau terbenam memiliki rata-rata 10.000 Lux, dan pada tengah hari di Colorado cahaya matahari rata-rata 100.000 Lux.

Backpacking dan Camping di Alam Terbuka Untuk Atasi Insomnia

Ada banyak cara kita bisa meningkatkan paparan ke cahaya alami pada kehidupan sehari-hari. Nikmati sarapan di luar ruangan atau habiskan waktu di taman bunga pada pagi hari. Istirahat lah selama hari kerja di luar ruangan, atau lakukan jalan-jalan singkat. Lakukan meetings dengan cara berjalan-jalan atau hiking selama jam kantor, daripada duduk di ruang rapat atau konferensi. Pada akhir malam, pergi lah ke luar untuk melihat bintang-bintang dan bulan, dan rasakan kedamaiannya. Kita juga harus menemukan bagaimana caranya untuk meningkatkan sumber cahaya alami di lingkungan rumah dan kantor. Riset ini dilakukan dengan dasar studi sebelumnya oleh peneliti lain yang menghubungkan peningkatan kepuasan dan kesejahteraan dengan kepemilikan ruangan yang terdapat pemandangan alam.

Tips menambah paparan cahaya alami untuk meningkatkan kualitas tidur dalam kehidupan sehari-hari:

  • Nikmati sarapan di luar ruangan
  • Habiskan waktu di taman pada pagi hari atau berjalan-jalan di sekitar komplek
  • Istirahat lah selama hari kerja di luar ruangan
  • Lakukan jalan-jalan singkat atau dalam jarak dekat
  • Lakukan meetings dengan cara berjalan-jalan atau hiking, daripada duduk di ruang rapat
  • Pada akhir malam, pergi lah ke luar untuk melihat bintang-bintang dan bulan

Hal ini juga menunjukkan bahwa kita perlu mengurangi paparan terhadap sumber cahaya artifisial, khususnya pada jam-jam menjelang waktu tidur. Coba lah untuk meredupkan cahaya lampu beberapa jam sebelum tidur, dan berhenti lah menggunakan komputer, smartphone,atau nonton TV setidaknya satu jam sebelum pergi ke tempat tidur. Hal ini juga membantu untuk memastikan kamar kita bebas cahaya saat tidur.

Tips mengurangi paparan dari sumber cahaya buatan agar tidak sulit tidur:

  • Coba lah untuk meredupkan cahaya lampu beberapa jam sebelum tidur
  • Berhenti lah menggunakan komputer dan smartphone minimal satu jam sebelum tidur
  • Tidak nonton TV satu jam sebelum pergi ke tempat tidur
Jadi, salah satu cara yang termudah dalam mengatasi insomnia atau untuk mendapatkan kualitas tidur yang prima, yaitu dengan menghabiskan waktu lebih banyak di luar ruangan, apalagi di alam liar. Programkan untuk bisa rutin berjalan-jalan di taman, bertemu teman atau kolega di luar ruangan, atau liburan dengan hiking dan aktivitas di alam terbuka. Beraktivitas di habitat manusia yang sesungguhnya, yaitu alam yang asri, mampu meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan.



Referensi:
hikingresearch.wordpress.com

Penjelajah Logo  PENJELAJAH COMMUNITY
Subscribe & Gabung Komunitas Penjelajah, yuk!

Subscribe untuk menerima notifikasi kabar terbaru, info promo, dan lainnya melalui email. Pastikan kamu juga registrasi untuk bergabung dan berbagi info serta cerita petualangan dengan sesama petualang lainnya di Penjelajah Community!

Invalid email address
Kami tidak akan mengirimkan spam. Kamu dapat unsubscribe kapan saja.

Tinggalkan Balasan