Makanan ketika naik gunung

Tips dan Pilihan Menu Makanan Bagi Pendaki Gunung

Semakin hari olah raga mendaki gunung semakin diminati. Namun naik gunung bukan lah aktivitas yang mudah. Banyak risiko di alam bebas yang akan dihadapi oleh pendaki. Oleh karena itu, setiap pendaki memerlukan persiapan yang matang sebelum melakukan pendakian.

Salah satu hal yang harus dipersiapkan dengan baik adalah makanan untuk pendakian. Logistik yang kamu perlukan akan dibawa dalam ransel atau carrier selama pendakian sehingga kamu perlu bahan makanan yang praktis, mudah dibawa, tidak memakan tempat, serta memiliki berat yang ringan, namun tetap bergizi dan berkalori tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi atau mengganti tenaga yang terkuras selama pendakian.

Tidak sedikit kasus pendaki pemula yang mengalami hipotermia di gunung dikarenakan pakaian basah yang dikombinasikan dengan kelelahan yang dipicu kurang energi, sehingga suhu tubuh menurun dengan cepat. Kurangnya energi ini seringkali disebabkan perbekalan makanan yang mereka bawa tidak memadai. Karena itu, berikut Penjelajah paparkan beberapa tips dan pilihan menu makanan bagi pendaki gunung, agar Sobat Penjelajah yang termasuk pendaki pemula bisa menjadikannya salah satu referensi dalam menentukan menu makanan dan perbekalan yang perlu dipersiapkan sebelum naik gunung.

 
1. Oatmeal
Menu Oatmeal untuk Naik Gunung
Menu oatmeal untuk naik gunung, mudah dan tinggi kalori

Oatmeal dapat menjadi makanan pokok selama pendakian. Menyajikan oatmeal sangat lah mudah, cukup disiram dengan air panas saja. Oatmeal mengandung karbohidrat, vitamin, lemak, serta serat yang tinggi sehingga kamu tidak cepat lapar. Untuk menambah cita rasa kamu dapat menambahkan susu dalam kemasan sachet, kacang, atau buah-buahan kering yang tentunya juga akan meningkatkan kandungan gizinya.

Di rute pendakian atau trekking dengan sumber air terbatas, akan lebih baik jika kamu membawa oatmeal daripada beras. Karena kamu akan membutuhkan air lebih banyak untuk memasak nasi daripada menyeduh oatmeal. Selain itu memasak nasi memerlukan waktu yang lebih lama.

 
2. Umbi-Umbian
Ubi cocok untuk jadi makanan pendakian
Ubi cocok untuk jadi makanan pendakian

Umbi-umbian seperti kentang, ubi, atau singkong merupakan makanan pokok yang dapat dijadikan pilihan karena praktis dibawa dan mudah diolah. Umbi bisa direbus atau digoreng, bisa juga memasaknya dengan cara dibakar di api unggun, dibakar sambil merebus air, atau sembari memasak makanan lainnya. Kandungan kalori umbi-umbian tinggi sehingga dapat memberikan energi yang cukup untuk memulihkan tenaga. Begitu juga kandungan seratnya dapat mencegah kamu lapar lebih lama.

 
3. Roti Tawar
Roti tawar jadi salah satu pilihan menu yang mudah dan baik selama pendakian
Roti tawar jadi salah satu pilihan menu yang mudah dan baik selama pendakian

Akan lebih mudah jika kamu membawa roti tawar yang sudah dioleskan selai sehingga kamu tidak perlu membawa selai dalam kemasan terpisah. Dianjurkan membawa roti dengan selai kacang, karena kacang memiliki kandungan protein yang dapat menjaga kekuatan otot selama pendakian.

 
4. Sosis
Sosis matang, menu mudah untuk bekal naik gunung
Sosis matang, menu mudah untuk bekal naik gunung

Sosis memiliki kemasan yang praktis dan mudah untuk dibawa. Pilihlah produk sosis yang sudah matang agar tahan lebih lama. Sosis memiliki kandungan protein, vitamin, dan zat besi yang baik untuk tubuh. Rasanya pun lezat sehingga bisa dijadikan pengganti lauk.

 
5. Abon
Abon, menu yang praktis untuk para pendaki gunung
Abon, menu yang praktis untuk para pendaki gunung

Selama pendakian kamu memiliki sumber protein yang terbatas. Telur memiliki resiko mudah pecah, sementara daging akan mudah basi pada keesokan harinya. Kamu bisa saja membawa daging dalam kemasan kaleng, namun sampah kaleng akan lebih berat, dan beresiko merusak trashbag saat dibawa turun.

Karena itu abon menjadi pilihan termudah sebagai salah satu penambah protein, lemak, dan karbohidrat. Abon adalah makanan yang terbuat dari daging hewan. Kemasannya praktis, ringan, tidak perlu dimasak, dan memiliki rasa yang lezat.

 
6. Coklat
Cokelat mengandung kalori tinggi, cocok untuk makanan pendaki
Cokelat mengandung kalori tinggi, cocok untuk makanan pendaki

Kalori dalam 100 gram coklat bisa mencapai 545 kilo kalori (kcal), sehingga dapat menjadi pemasok energi yang baik. Selain itu coklat mengandung phenethylamine yang mampu menghasilkan hormon endorfin dalam tubuh. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat kita merasa bahagia. Coklat juga dapat membuat kenyang lebih lama serta membuat tubuh dan pikiran santai. Kemasannya kecil dan praktis sehingga dapat kamu masukkan dalam saku dan dijadikan cemilan selama perjalanan.

 
7. Madu
Madu, manis dan berkalori tinggi
Madu, manis dan berkalori tinggi

Madu sangat umum dijadikan sumber energi karena memiliki sumber energi 64 kalori per sendok makan. Madu bisa kamu gunakan sebagai penambah rasa makanan dan minuman yang kamu bawa atau diseduh dengan air panas. Selain itu madu memiliki sifat antibiotik sehingga dapat digunakan sebagai antibiotik alami dan menjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

 
8. Susu dan Wedang Jahe
Susu melengkapi gizi selama pendakian
Susu melengkapi gizi selama pendakian

Susu sangat direkomendasikan karena kandungan gizinya yang tinggi, sangat cukup dan baik untuk pendaki. Wedang jahe dapat menghangatkan tubuh ditengah suhu yang dingin. Agar mudah, kamu bisa membawa minuman ini dalam kemasan sachet.

9. Air yang Cukup
Bawa air putih yang cukup selama perjalanan, pastikan sumber air agar mudah mengisi ulang botol air minum
Bawa air putih yang cukup selama perjalanan, pastikan sumber air agar mudah mengisi ulang botol air minum

Sekitar 60-70% tubuh manusia adalah air. Maka pastikan kamu memiliki persediaan air yang cukup selama perjalanan untuk menghindari dehidrasi. Sebelum mendaki gunung, carilah informasi mengenai sumber air di gunung tersebut agar kamu dapat menentukan jumlah air yang perlu kamu bawa.

 
Kenapa Tidak Mie Instan?

Mungkin kamu heran, mengapa tidak ada mie instan dalam daftar rekomendasi di atas? Walaupun praktis, lezat, dan menggiurkan, mie instan memiliki kandungan gizi dan energi yang rendah padahal kamu butuh asupan kalori yang cukup selama pendakian. Kandungan karbohidrat dan serat yang kurang juga menyebabkan kamu mudah lapar kembali. Selain itu mie cenderung menyerap kandungan air dalam tubuh sehingga kamu akan lebih cepat haus. Karenanya makanan ini tidak direkomendasikan selama pendakian.

 

Ingat lah bahwa sampah dari makanan yang kamu bawa harus kamu bawa kembali ketika turun, jangan membuang sampah kemasan di alam bebas. Maka sebaiknya pilihlah makanan dan minuman yang menyisakan sampah yang sedikit agar mudah dibawa dan tidak memakan tempat. Sembari memikirkan menu makanan untuk dibawa saat pendakian gunung nanti, jangan lupa kamu juga perlu menyiapkan fisik dengan latihan-latihan sederhana yang penting sebelum naik gunung ya, Sobat Penjelajah. Selamat merencanakan pendakian!

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments