Air terjun Coban Rondo, Kota Batu, Malang

5 Destinasi dengan Keindahan Alam Menakjubkan di Malang

Melakukan perjalanan ke tempat wisata dengan udara yang sejuk bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih segar. Berkunjung ke kota Malang merupakan pilihan yang tepat. Inilah destinasi wisata yang menawarkan udara sejuk khas dataran tinggi. Simak 5 destinasi alam di Malang yang indah dan menakjubkan!

Destinasi dengan Keindahan Alam yang Menakjubkan di Sekitar Malang: Awas, Salah Satunya Cagar Alam Lho!
 
1. Coban Rondo
Labirin di Coban Rondo, Kota Batu, Malang
Labirin di Coban Rondo, Kota Batu, Malang

Foto: dolanyok.com

Merasa penat dengan kesibukan sehari-hari? Berkunjunglah ke destinasi wisata alam di Malang satu ini. Coban Rondo merupakan sebuah air terjun dengan lokasi asri dan menyatu dengan alam. Coban dalam bahasa Jawa berarti air terjun, Rondo yaitu janda. Penamaan lokasi ini berasal dari cerita rakyat sekitar.

Konon menurut cerita rakyat, dahulu kala ada seseorang bernama Dewi Anjarwati kehilangan suaminya, Raden Baron Kusuma. Sang suami berkelahi dengan Joko Lelono, orang yang diam-diam ingin merebut Dewi Anjarwati dari suaminya. Akhirnya, Raden Baron Kusuma menyembunyikan istrinya di goa yang terletak di dekat air terjun.

Air terjun Coban Rondo, Kota Batu, Malang
Air terjun Coban Rondo, Kota Batu, Malang

Foto: Wikipedia
 
2. Gunung Panderman

Bagi yang baru pertama ingin mendaki gunung, bisa mencoba Gunung Panderman. Maklum saja, lokasi ini memang menjadi tempat pemanasan atau latihan bagi para pecinta alam. Puncak Gunung Panderman bisa dicapai hanya dalam waktu dua hingga tiga jam saja. Jadi, bisa naik sekaligus turun gunung dalam waktu sehari.

Dari Kota Malang, cukup berkendara kurang lebih satu jam untuk mencapai Gunung Panderman. Lokasinya ada di Dusun Toyomerto, Kelurahan Songgokerto, Batu, Malang. Meskipun hanya memiliki trek pendek, pemandangan dari atas puncak Gunung Panderman sangat indah dan mengagumkan.

Pemandangan dari puncak Gunung Panderman
Pemandangan dari puncak Gunung Panderman

Foto: Piknikterus.com

Gunung Panderman memiliki ketinggian sekitar 2000 mdpl. Jalur pendakian gunung ini cukup mudah karena hanya terdapat satu jalur pendakian resmi, sehingga risiko tersesat sangat lah kecil. Medan yang ditempuh sepanjang jalur pendakian juga bervariasi. Kamu akan menemui trek yang datar atau landai, tanjakan tanah, tanjakan dengan inklinasi sedang dengan medan berbatu, dan tanjakan yang curam.

Ada tiga pos yang akan kamu lewati yaitu sebelum mencapai puncak Panderman, yaitu Latar Ombo di titik check point pertama, pos kedua di Watu Gede, dan terakhir pos Puncak Bayangan. Pendakian dari pos pertama di Latar Ombo hingga ke pos ketiga di Puncak Bayangan memiliki medan yang cukup ringan. Namun sejak dari Puncak Bayangan menuju ke puncak sejati Panderman, yang dinamakan Puncak Basundara, kamu akan menemui tanjakan curam dengan kemiringan yang tetap atau konstan serta memiliki medan bebatuan yang besar. Walaupun jarak dari pos Puncak Bayangan sampai ke Puncak Basundara tidak begitu jauh, namun akan cukup menguras tenaga dan stok air minum kamu.

Begitu mencapai puncak, kelelahan kamu akan terbayar dengan pemandangan city view Kota Batu dan Malang yang indah di malam hari. Pada pagi harinya, keindahan pemandangan city view itu juga dilengkapi dengan latar Gunung Semeru yang sesekali mengeluarkan kepulan asap. Di sisi yang lain dari Puncak Gunung Panderman, kamu juga akan menyaksikan pemandangan Gunung Arjuno – Welirang.

Pemandangan dengan latar Gunung Arjuno - Welirang dari puncak Panderman
Pemandangan dengan latar Gunung Arjuno – Welirang dari puncak Panderman

Foto: Akbarnug
 
3. Pulau Sempu
Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang
Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang

Foto: beritadunia.net

Pulau Sempu merupakan cagar alam, karena itu untuk masuk ke Pulau Sempu harus lah dengan izin khusus untuk tujuan penelitian, pengembangan pengetahuan, dan pendidikan konservasi, bukan untuk sekadar tujuan wisata atau petualangan saja. Namun, beberapa tahun belakangan, Pulau Sempu sangat terkenal di kalangan wisatawan. Banyak yang masuk ke Pulau Sempu tanpa mengetahui status cagar alamnya, atau bahkan sengaja masuk secara tak bertanggungjawab. Wisatawan yang membludak dan tak bertanggungjawab telah menyebabkan munculnya masalah lingkungan hidup, mulai dari sampah menggunung hingga terganggunya satwa yang dilindungi di sana.

Karena itu, artikel ini ditujukan sebagai informasi bagi kamu yang ingin ke Pulau Sempu untuk tujuan penelitian, pengembangan pengetahuan, dan pendidikan konservasi saja, serta untuk menjadi informasi bagi kamu yang belum tahu bahwa Pulau Sempu merupakan Cagar Alam, karena itu tidak boleh didatangi untuk tujuan wisata umum.

Pulau Sempu merupakan cagar alam, karena itu untuk masuk ke Pulau Sempu harus lah dengan izin khusus untuk tujuan penelitian, pengembangan pengetahuan, dan pendidikan konservasi, bukan untuk tujuan wisata atau petualangan saja

 

Dari pusat Kota Malang, kamu perlu menempuh perjalanan darat sejauh 72 km atau kurang lebih dua jam berkendara. Kemudian, kamu akan tiba di Pantai Sendang Biru, Desa Tambak Rejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pantai Sendang Biru ini merupakan pantai yang menjadi tempat parkir perahu-perahu nelayan.

Untuk sampai ke Pulau Sempu, kamu harus menyeberang dari Pantai Sendang Biru dengan menyewa perahu nelayan dan menempuh perjalanan 30 hingga 45 menit. Biaya sewa perahu dari Sendang Biru umumnya 350.000 Rupiah, untuk perjalanan pergi dan pulang.

Salah satu keindahan alam yang paling menakjubkan di Pulau Sempu adalah Segara Anakan, sebuah laguna indah dengan pantai yang menawan. Di samping itu, Pulau Sempu memiliki beberapa jenis ekosistem, antara lain hutan pantai, hutan bakau (mangrove), dan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah.

Berikut beberapa jenis vegetasi yang terdapat di ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah di Pulau Sempu:

  1. Bendo (Artocarpus elasticus)
  2. Triwulan (Terminalia sp.)
  3. Wadang (Pterocarpus javanicus)
  4. Buchanania arborescens

Sementara itu, vegetasi ekosistem hutan pantai didominasi oleh:

  1. Baringtonia raceunosa
  2. Nyamplung (Calophylum inophylum),
  3. Ketapang (Terminalia catappa)
  4. Waru laut (Hibiscus tiliaceus)
  5. Pandan (Pandanus tectorius).

Ekosistem mangrove di sini terdiri dari vegetasi berikut:

  1. Rhizophora mucronata
  2. Rhizophora apiculata
  3. Api-api (Avicennia sp.)
  4. Tancang (Bruguiera sp.)
Keindahan pantai Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang
Keindahan pantai Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang.
Pulau Sempu terlarang untuk pariwisata, kunjungan ke sini membutuhkan izin khusus dan hanya untuk tujuan penelitian, pengembangan pengetahuan, dan pendidikan konservasi.

Foto: beritadunia.net

Pulau Sempu memiliki keanekaragaman hayati yang kaya. Berdasarkan pengamatan Profauna Indonesia, sedikitnya terdapat 90 spesies burung di sini dan bahkan lebih. Kawasan hutan di Pulau Sempu merupakan habitat bagi satwa langka dan dilindungi, yaitu:

  1. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)
  2. Elang Hitam (Ictinaetus malayanesis)
  3. Rangkok Badak (Buceros rhinoceros)
  4. Lutung Jawa (Tracypithecus auratus)
  5. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas)
  6. Jelarang (Ratufa Bicolor)
  7. Kukang (Nyticebus sp)
  8. Binturong (Arctictis binturong)
  9. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)

Satwa lain yang juga terdapat di Pulau Sempu antara lain:

  1. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)
  2. Babi hutan (Sus sp.)
  3. Kijang (Muntiacus muntjak)
  4. Kancil (Tragulus javanicus)

Pulau Sempu sebenarnya telah menjadi cagar alam sejak tahun 1928. Kawasan ini terlarang untuk tujuan pariwisata yang dapat mengancam kelestarian keragaman hayati. Melakukan aktivitas wisata di kawasan cagar alam merupakan tindakan melanggar hukum yang bisa dipidanakan.

 
4. Teluk Bidadari
Keindahan Teluk Bidadari, Malang.
Keindahan Teluk Bidadari, Malang.

Berbicara mengenai tempat wisata alam di Malang memang seolah tidak ada habisnya. Kali ini, giliran Teluk Bidadari yang terletak di Pantai Mbehi, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Malang. Teluk ini berupa genangan berbentuk lingkaran yang airnya berwarna biru kehijauan. Sekilas Teluk Bidadari tidak kalah menawan dengan Angel’s Billabong di Nusa Penida, Bali.

Untuk mencapai Teluk Bidadari, kamu membutuhkan tiga jam berkendara dari pusat kota Malang. Tak hanya itu, Sobat Penjelajah masih harus trekking selama 45 menit menuju Teluk Bidadari. Dari parkiran, kamu selanjutnya harus naik – turun bukit karang, melewati Pantai Sugu dan Pantai Mbehi. Tidak ada tiket masuk ke destinasi wisata ini, namun kamu diwajibkan menggunakan jasa pemandu wisata atau guide lokal.

Pemandu wisata yang menemani dan mengantarkan Sobat Penjelajah akan memastikan keamanan kamu dan mencegah agar tidak ada wisatawan yang merusak lingkungan. Harga jasa guide yang perlu kamu bayar biasanya 100.000 Rupiah per kelompok wisatawan untuk ditemani satu orang guide.

 
5. Pantai Balekambang
Pantai Balekambang, Malang
Pantai Balekambang, Malang

Foto: Dolandolen.com

Melihat fotonya, mungkin sekilas mirip salah satu pantai di Bali. Pantai Balekambang terletak Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Pasir putih di pantai ini tampak bersih dan bebas dari sampah.

Keindahan pantai semakin menawan dengan adanya pura kecil yang berdiri di atas batu. Pura tersebut terletak 100 meter lepas Pantai Balekambang. Ada jembatan kecil yang dibuat agar wisatawan bisa mencapai pura tersebut. Pura di atas pulau batu ini mengingatkan pemandangan di Tanah Lot, Bali.

 

Demikian 5 destinasi dengan keindahan alam yang menakjubkan di sekitar Malang. Pesona dari destinasi wisata alam di Malang memang tidak ada habisnya. Sangat disayangkan jika kamu melewatkan tempat-tempat mengagumkan ini saat sedang berlibur ke Malang.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments