Gunung Merbabu, Jawa Tengah

Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Total Selama Sebulan

Mulai hari Senin tanggal 20 Mei 2019 ini, seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu akan ditutup total untuk sementara. Jika kamu kebetulan sudah berencana naik Gunung Merbabu dalam waktu dekat ini, tampaknya kamu harus mengatur ulang rencana pendakianmu.

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) telah mengeluarkan surat pengumuman secara resmi bahwa semua jalur pendakian Gunung Merbabu akan ditutup mulai tanggal 20 Mei 2019 sampai tanggal 20 Juni 2019.

Hal ini tercantum dalam surat pengumuman No. PG.01/T.35/TU/EVLAP/2019 tentang penutupan sementara jalur pendakian Gunung Merbabu.

 
Pengumuman penutupan pendakian Merbabu - Mei 2019
Pengumuman penutupan pendakian Merbabu – Mei 2019
 
Alasan Penutupan Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Penutupan jalur pendakian Gunung Merbabu ini dilakukan dengan tujuan pemulihan ekosistem serta perbaikan dan perawatan trek pendakian. Kondisi trek atau jalur pendakian yang rusak parah dan longsor, membutuhkan waktu khusus untuk perbaikannya. Sebagian trek bahkan perlu dibuatkan jalur baru.

Gunung Merbabu yang berlokasi di Jawa Tengah ini memiliki lima pintu masuk jalur pendakian resmi. Pintu masuk pendakian Merbabu tersebut antara lain:

  1. Jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali
  2. Jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan
  3. Jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
  4. Jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan
  5. Jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang

Jalur pendakian melalui Selo, Boyolali saat ini diberitakan kondisinya rusak parah. Bahkan, tak jarang jalur ini memakan korban, yaitu banyak pendaki yang cedera akibat tergelincir dan jatuh. Hal ini terlihat dari banyaknya evakuasi (pendaki cedera) yang telah terdata.

Selain itu, jalur Thekelan, Kabupaten Semarang juga mengalami longsor sehingga menutup jalur pendakian. Sehingga jalur pendakian melalui Thekelan ini terputus total dan harus dibuatkan jalur baru.

Kemudian, jalur Suwanting, Kabupaten Magelang juga mengalami longsor sepanjang 10 meter di pinggir jurang.

Jalur Wekas (Magelang) terdapat batu-batu lepas yang longsor sehingga dapat membahayakan pendaki.

Perbaikan trek yang rusak maupun pembuatan jalur pendakian baru tersebut membutuhkan waktu dan tenaga. Apalagi menjelang Lebaran, tenaga kerja yang dibutuhkan untuk perbaikan juga tidak mudah.

Dengan ditutupnya jalur pendakian Gunung Merbabu ini, pihak BTNGMb menghimbau kepada seluruh pendaki, porter, serta pengelola basecamp untuk bersama-sama menyebarluaskan pengumuman ini dan tidak melanggar dengan melakukan pendakian di masa penutupan Gunung Merbabu.

 
Pengembangan dan Pemberlakuan Sistem Baru

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) pada kesempatan sebelumnya telah mengumumkan pula tentang pembaharuan sistem terkait pendakian Gunung Merbabu. Melalui sistem baru ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan para pendaki Gunung Merbabu.

Sistem baru yang diberlakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu antara lain:

  1. Pembatasan kuota pendakian
  2. Booking/pendaftaran online untuk mendapatkan izin mendaki
  3. Penggunaan gelang ber-chip bagi pendaki

Setelah sempat viral di internet mengenai padatnya pendakian Gunung Merbabu hingga menyebabkan jalur pendakian Merbabu menjadi macet oleh manusia, pihak Taman Nasional akan menerapkan pembatasan kuota jumlah pendaki yang boleh mendaki Gunung Merbabu dalam satu waktu. Terhitung mulai tanggal 25 April yang lalu, BTNGMb juga telah memberlakukan sistem registrasi pendaki / booking secara online.

Di samping itu, pemberlakuan aturan penggunaan gelang dengan chip Radio Frequency Identification (RFID) bertujuan untuk mengurangi risiko pendaki yang tersesat atau sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat.

Tinggalkan Balasan